3 ciri sekolah berkualitas

3 Ciri Sekolah Berkualitas

Share ya : )

TIGA bentuk lingkaran ini merupakan judul tulisan “Tiga Indikator Sekolah Unggul“.

Pertama, Best Input berada pada lingkaran pertama berwarna biru langit yang berarti memiliki filosofi bahwa orang yang berilmu memiliki derajat yang tinggi.

Kedua, Best Process, berada pada  lingkaran kedua berwarna hijau daun dengan filosofi bahwa orang yang berilmu sekalipun berada pada level derajat yang tinggi, tetapi pengetahuan dan akhlaknya bisa membuat orang bahkan binatang nyaman berteduh dan  berlindung dari sengatan panasnya matahari di bawahnya.

Ketiga, Best Teeacher  berada pada lingkaran ketiga berwarna kuning kemerahan bagai warna buah yang sudah matang, mempunyai filosofi bahwa orang berilmu keberadaannya bisa bermanfaat dan bisa dinikmati orang banyak di sekitarnya.

Ketika suatu lembaga pendidikan memenuhi keempat best  (best input, best process, best teacher, dan best output), maka lembaga tersebut bisa  dikatagorikan sebagai lembaga pendidikan  yang unggul atau berkualitas. Para alumninya insya Allah bermanfaat bagi orang banyak (yanfa’uhum linnas), karena akan kuat ilmunya (Quwwatul ‘ilmi), kuat fisiknya (Quwwatul Jismi ), bagus akhlaknya (Ahsan al- akhlaqi) dan bisa dijadikan teladan bagi lembaga lainnya (uswatun hasanah) sebagai sebab akibat dari the best for  di atas.

Pertama Best Input, menurut sementara pakar pendidikan, sekolah unggul harus diawali dengan input siswa yang unggul dengan cara  melewati beberapa tes formal dan kognitif. Mereka meyakini bahwa keunggulan sekolah haruslah berdasarkan keunggulan akademik siswa-siswa yang lolos tes masuk. Tes masuk ini, bukan hanya menilai kemampuan akademik siswa akan tetapi juga menilai kebagusan moral (ahsan al-khuluq).

Diharapkan siswa yang diterima adalah siswa yang memiliki nilai akademik tinggi (pandai) dan berakhlak mulia (akhlaq al-karimah).  Apabila jumlah pendaftar melebihi kapasitas yang tersedia, maka siswa yang bisa diterima adalah siswa yang mampu melewati tes akademik dan psikotes secara ketat sebatas jumlah kapasitas yang tersedia. Adapun siswa yang tidak lolos melewati tes, otomatis tidak diterima di sekolah itu.

 



Kedua Best Process, tidak bisa dipungkiri bahwa sekolah unggul sulit terlahirkan dari sekolah yang tidak mempunyai keunggulan proses pembelajaran yang baik. Guru-guru pada sekolah unggul biasanya kreatif dan mempunyai inovasi tinggi. Mereka meyakini bahwa gaya mengajar harus disesuaikan dengan gaya belajar siswa. Dengan demikian setiap guru di sekolah ini menerapkan Strategi Belajar Mengajar (SBM) yang beragam sehingga mudah dipahami dan diterima siswa dari berbagai latar belakang budaya dan intelegensi.

Guru Agen Perubahan

Tuntunan mengajar dengan pola ini, hanya bisa dilakukan guru-guru yang handal, punya dedikasi tinggi dan mempunyai kompetensi mengajar yang baik. Biasanya sekolah yang menerapkan konsep ini, memiliki jadwal pelatihan guru yang padat, waktu belajar lebih panjang, latihan menyelesaikan soal-soal bank dari bank soal menjadi budaya keseharian. Guru benar-benar menerapkan nilai-nilai profesionalisme dan menjadi agen perubahan.

 

Baca juga

Menurut kamu?

Email kamu tidak akan disebarkan. Tanda bintang wajib diisi *