5 pamali yang sering kita dengar

5 Pamali Yang Sering Kita Dengar

Share ya : )

 “Pamali itu apa sih?” Buat kamu yang belum tahu, saya jelaskan dulu nih pamali itu apa?

 

PAMALI itu adalah larangan alias pantangan untuk melakukan sesuatu karena dianggap tabu, biasanya berhubungan dengan kepercayaan dari kebudayaan setempat. Itu adalah definisi pamali versi saya, kalau versi anak sekolahan, biasanya pamali itu ya suaminya bumali. Hahaha…!

 

Nah, kita kembali ke topik utama, pamali ini sering dijadikan senjata bagi orang tua untuk melarang anak-anaknya melakukan sesuatu, tetapi sebenarnya  orang tua sendiri  tidak mengetahui alasan apa mereka melarang anaknya. Ini mengapa jadi ribet begini ya?

 

Pamali pertama, “Jangan duduk di bawah pintu, soalnya kalau ada hantu yang lewat, nanti melangkahi orang yang  duduk di bawah pintu dan orang ini bakal sakit,” Atau yang populer menurut orang Sunda mah. “Ulah cicing dina lawang panto, bisi nongtot jodo.” Ah, kalo jodonya udah nongtot mah bedot we nya. Hehe…!

Duduk di bawah pintu itu memang tak sebaiknya dilakukan. Alasannya,  karena kalau ada orang yang duduk di bawah pintu, maka akses keluar-masuk ruangan tersebut akan terganggu. Itu alasan sebenarnya.

 

Pamali kedua, “Jangan memotong rambut di rumah malam-malam, nanti tidurnya bakal mimpi bertemu setan.”  Cara memahaminya, yang ini memang agak kompleks nih, kecuali di rumah kamu ada yang bisa memotong rambut, saya juga tak akan menganjurkan kamu untuk memotong rambut di rumah. Tapi mengapa kok disebutkan spesifik? “Memotong rambut di rumah malam-malam memang beresiko tinggi. Kalau orang yang memotong rambut  udah rada ngantuk, maka kuping kamu bisa dilibas juga.

 

Pamali ketiga, “Jangan berjumlah ganjil kalau mau difoto. Nanti yang di tengah bakal mati.”Cara memahaminya: Tak usah kamu pahami ini mah, tetapi kalau mau ditelusuri mungkin orang yang fotonya ada di tengah, bakal menjadi pusat perhatian, dan tentu posisi ini sangat diminati kedua orang lainnya. Nah, orang yang berdiri di tengah itu bakal disumpahin oleh kedua orang lainnya, karena mereka sebenarnya ingin posisi difotonya di tengah juga.

 

Pamali keempat, “Jangan berlama-lama di kamar mandi, nanti cepat tua.”Cara memahaminya: Kamu pernah ga berendam atau mandi kelamaan sampai jari-jarinya kelihatan seperti keriput? Nah mungkin orang zaman dulu itu mengira kalau muka kamu juga bakalan ikut keriput dan ga akan balik lagi. Atau bisa juga penjelasan yang sebenarnya lebih simpel lagi: Jangan lama-lama di kamar mandi woy, yang lain juga mau pake keles.

 

Pamali kelima, “Kalau abis bersin, jangan langsung bepergian, nanti bisa kecelakaan.”

Cara memahaminya: Bersin itu kan ga bisa dilakukan dengan mata terbuka, yang artinya kalau mau bersin ya kamu matanya pasti merem. Maksud dari pamali kelima ini adalah kalau kamu abis bersin, melek dulu, baru bepergian. Kalau kamu bepergian sambil merem ya iyalah bakal celaka.

 

Nah itu tadi pamali-pamali yang bisa disebut populer dan lumayan absurd pada masyarakat. Pamali apa lagi nih yang kamu tahu? Bisa dipikir sendiri kan? Intinya, penjelasan di atas memberi makna bahwa kita harus mendengarkan perkataan orang tua dan harus menerima perkataan itu dengan pikiran positif. Sebenarnya larangan orang tua terhadap anaknya merupakan wujud kasih sayang mereka.

(Farid Fadilah Zaelani, MAN Cianjur 2008)

Baca juga

Menurut kamu?

Email kamu tidak akan disebarkan. Tanda bintang wajib diisi *