9 fakta aneh manfaat rokok

9 Fakta Aneh Manfaat Rokok

Share ya : )

DI samping banyak sekali bahaya asap rokok, terselip juga manfaat  merokok. Setidaknya itulah yang saya baca dari sebuah artikel tentang rokok. Inilah beberapa manfaat merokok yang tanpa sengaja saya temukan.

 

  1. Menurut Woodrow Wyatt, peneliti dari Inggris dalam artikel yang dimuat di The Times (Juli 1994), orang merokok di Glasgow tidak lebih banyak dari mereka yang ada di Bournemouth (kota sebelah selatan Glasgow), tetapi ternyata angka penderita penyakit jantung di Glasgow lebih banyak daripada di Bournemouth.

 

  1. Orang Yunani yang mendapat subsidi tembakau dari Uni Eropa, merupakan perokok terberat di dunia, namun angka rata-rata penderita kanker wanita terendah dan terendah kedua bagi pria. Demikian pula untuk penyakit jantung dan pernafasan, sangat sedikit. Hal ini disebabkan orang Yunani banyak mengonsumsi ikan dan minyak zaitun yang mengandung lemak tak jenuh ganda.

 

  1. Seorang ahli THT ternama di AS mengatakan, ia menyarankan pada mantan perokok yang terserang batuk untuk menghisap dua batang rokok sehari, dan hal itu menyembuhkan mereka.

 

  1. James Le Fanu di AS menulis: “Perokok mempunyai resiko 50 % lebih sedikit terkena penyakit alzheimer (pikun), dan banyak perokok yang mempunyai perlindungan lebih banyak dari penyakit ini.” The New England Journal of Medicine tahun 1985 menulis, para perokok yang terkena kanker endometrik kandungan 50 % lebih sedikit daripada nonperokok.

 

  1. Menurut artikel pada Journal of The American Medical Association, penyakit kanker usus dan ulcerative, 30-50 % lebih besar berpotensi menyerang nonperokok.

 

  1. The American Government’s Health and Nutrition Examination Survey, menemukan kemungkinan osteoarthritis menyerang perokok berat lima kali lebih kecil daripada nonperokok.

 

  1. Menurut Prof. Petrus Budi Santoso, rokok bisa menolong manusia dari terkaman parkinson (sindrom yang membuat organ tubuh bergetar liar dan susah dikontrol). Pasalnya dalam rokok terdapat nikotin yang dapat menghambat berkurangnya sel-sel pada otak yang mengakibatkan gangguan pada saraf.

 

  1. Ahli penyakit saraf di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu mengaku pernah meneliti dampak nikotin terhadap parkinson pada tahun 1987. Ia meneliti 100 pria perokok dan 100 pria tak merokok yang semuanya penderita parkinson. Mereka rata-rata berusia di atas 50 tahun. “Ternyata mereka yang perokok tidak cepat parah penyakitnya,” katanya.

 

  1. Di Inggris, pada akhir perang dunia ke dua, penderita jantung mengalami penurunan secara drastis padahal jumlah perokok waktu itu sangat tinggi.

 



Selama ini rokok dicap sebagai biang kerok dari berbagai jenis penyakit horor seperti sakit yang diderita perokok pada gambar di atas. Para ahli kedokteran pun tidak berani membuktikan kemungkinan doktrin itu salah. Sejauh ini memang diperlukan satu studi yang seimbang dan objektif mengenai apa yang menyebabkan sakit, termasuk keuntungan dan kerugian merokok, namun bagaimanapun, merokok tetap harus diihindari.

 (M. Dani Ahsanitaqwim MAN Cianjur)

Baca juga

Menurut kamu?

Email kamu tidak akan disebarkan. Tanda bintang wajib diisi *