Cerpen maafkan aku mas

Cerpen | Maafkan Mas!

Share ya : )

Pagi-pagi sekali Pak Gustanto telah siap dengan seragam polisinya yang rapi, tas laptop serta berkas-berkas yang harus dibawanya ke kantor.

 

DIA adalah seorang polisi. Dia telah menjadi polisi selama hampir tiga tahun dan dijuluki sebagai “Poldil” yaitu Polisi Adil. Ini karena sikapnya yang sangat adil terhadap tindakan hukum di negaranya, tentu saja negara Indonesia.

Sekarang ia sedang duduk di atas kursi meja makan, tepatnya sedang sarapan bersama istri dan putri kecilnya Abel. Abel adalah putri pertama Pak Gustanto dan Ibu Tessy, umurnya baru tahun tahun jalan. Sejak lahir Abel mengidap penyakit pada ginjalnya, jadi maklum kalau dia sangat disayangi oleh kedua orang tuanya.

 

Waktu menunjukkan pukul 08.10. Ini saatnya Pak Gustanto harus kembali ke lapangan untuk mengerjakan tugasnya sebagai polisi. Kebetulan hari ini ada kegiatan merazia sepeda motor di jalan dekat kantornya.

Saat Pak Gustanto tengah asyik melaksanakan tugasnya, tiba-tiba saja ia melihat istrinya mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Tentu saja Pak Gustanto kaget melihat istrinya mengendarai motor secepat itu. Ia pun segera menilangnya….

“Ayah berangkat dulu ya,” ucap Pak Gustanto sembari mencium kening Abel.
Abel hanya mengangguk karena memang Abel belum bisa bicara, baru bisa mengucap satu dua kata saja.

“Iya Mas,” jawab istrinya, kemudian menghampiri Pak Gustanto. “Hati-hati ya Mas,” ucap istrinya sembari mencium tangan suaminya.

 



Pak Gustanto pun segera beranjak keluar. Ia menghidupkan motor kebanggaannya yang selalu menemaninya ke mana pun ia pergi.  Ia segera berlalu, meninggalkan istri dan buah hatinya. Tentu saja itu bukan keinginannya, namun karena Pak Gustanto sebagai kepala rumah tangga, jadi terpaksa ia harus menjalaninya.

Saat Pak Gustanto tengah asyik melaksanakan tugasnya, tiba-tiba saja ia melihat istrinya mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Tentu saja Pak Gustanto kaget melihat istrinya mengendarai motor secepat itu. Pak Gustanto pun segera mengejar istrinya, saat motor istrinya berhasil disalip oleh motor Pak Gustanto. Istrinya pun berhenti.

“Mas aku mohon jangan tilang aku!” ucapnya gemetar, wajahnya memucat seperti orang panik.

“Maaf, ini sudah menjadi ketentuan dari atasan Mas bahkan dari UU-nya. Kamu harus mengerti ya!” kata Pak Gustanto dengan suara pelan.

“Mas dong yang harus mengerti, bukan aku!” jawab istrinya dengan suara agak tinggi.

“Aku sedang buru-buru Mas,” lanjutnya.

“Mas tahu kamu sedang terburu-buru, makanya kamu mengendarai motor  secepat itu, tapi ini bukan sebuah alasan!”

“Aku mau ke apotik Mas. Mau membeli obat untuk Abel, sekarang dia sedang kesakitan di rumah karena  ginjalnya kambuh,” ucap istrinya sembari menundukkan kepalanya.

Pak Gustanto tertegun kaget hingga ia tidak bisa bicara apa-apa.

“Mas aku mohon jangan tilang aku ya. Abel sedang membutuhkan obat itu sekarang!” istrinya memohon.

 

Baca juga

Menurut kamu?

Email kamu tidak akan disebarkan. Tanda bintang wajib diisi *