Cerpen Singkat | Indigo

“Hey, awas! Ada gadis indigo!” teriak seseorang yang membuat semua orang menoleh ke belakang. Mereka langsung memberi jalan, dan terlihatlah seorang gadis canti, bersurai coklat panjang, dengan sorot mata yang tak dapat diartika, berjalan menuju kelasnya.

Gadis itu adalah Amanda, siswi SMA yang memiliki kelebihan bisa melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang lain, indigo. Keistimewaan yang menurutnya petaka buruk. Yang membuatnya ditakuti oleh teman-teman nya.

Amanda sering dikatakan gila, karena selalu berbicara sendiri di belakang sekolah oleh teman nya yang lain. Amanda tak punya teman selain hantu seorang gadis yang seumuran dengan nya, yang meninggal 24 tahun yang lalu, karena gantung diri, nama nya Sera.

Saat waktu istirahat tiba, Amanda tak pernah pergi ke kantin, ia langsung pergi ke belakang sekolah dan menunggu Sera datang.

Amanda dan Sera lebih sering membicarakan tentang kehidupan mereka masing-masing. Amanda yang kesepian, karena orang tuanya sibuk bekerja diluar kota dan jarang pulang ke rumah. Dan Sera yang juga sama-sama kesepian karena orang tuanya tak pernah mengunjungi peristirahatan terakhir Sera.

“Sera, apa yang menyebabkan kamu meninggal dan menjadi hantu sekolah ini?” tanya Amanda, penasaran.

“Kamu ingin tahu kronologi kejadiannya?” Sera tanya balik, memastikan.

“Iya.” Amanda menjawab dengan yakin.

“Waktu kejadiannya, aku umur 16 tahun. Hari itu, hari Sabtu sore, aku berjalan pulang ke rumah. Seseorang membekapku dari belakang, dan aku tidak tahu apa pun, dalam pandanganku seperti gelap gulita, tak ada sinar yang dapat kulihat. Saat sadar, aku sudah berada di ruangan itu,” Sera menunjuk ke sebuah gudang tempat penyimpanan barang sekolah yang tak terpakai.

“Waktu itu tanganku diikat oleh tali dan mulutku dilakban, jadi aku tidak bisa melakukan apa pun. Dan terjadilah peristiwa itu.” Sera menceritakan kisah saat ia meninggal sambil menangis.

“Peristiwa apa?” tanya Amanda penasaran.

“Aku mau tanya dulu, gadis mana yang mau kehormatannya diambil oleh orang lain?” Sera bertanya balik.

“Ya, tidak ada, seorang perempuan tidak mungkin mau diambil kehormatannya yang sangat berharga bagi dirinya. Aku mengerti apa yang terjadi padamu, Ra.” Jawab Amanda.

“Apa sang pelaku nya sudah ditangkap atau buronan? Apa ia sekarang masih hidup atau meninggal, Ra?” tanya Amanda.

“Pelakunya belum ditangkap, ia masih hidup. Ia bekerja disini, Man.” Jawab Sera. Amanda membelalakan matanya, tak percaya.

“Nama pelaku Riko Setiabudi, ia juga seorang yang memiliki kemampuan sama sepertimu, Man, indigo. Aku punya firasat ia ada disini sedang menguping pembicaraan kita. Kamu harus berhati-hati dengannya. Aku takut, ia akan mengincarmu sebagai target berikutnya, korban sudah banyak, Man. Ya sudah, aku harus pergi, sampai jumpa.” Pesan Sera, ia langsung menghilang.

Amanda tidak tahu, apa yang dikatakan Sera memang benar, RS, pelaku sedang menguping pembicaraan Amanda dan Sera dibalik tembok.

“Awas kau, Sera! Kau akan aku balas!” RS langsung pergi sambil mengepalkan tangannya.

“Hati-hati? Baiklah, aku akan berhati-hati terhadapnya.” Amanda langsung balik ke kelas untuk melanjutkan pelajarannya yang tertunda.

Saat pulang Amanda tak langsung pulang, ia pergi kantor polisi untuk meminta bantuan, ia menceritakan awal pembicaraan nya dengan Sera, dan meminta untuk GPS nya disambungkan agar diketahui oleh polisi untuk memancing RS, pelaku. Kata polisi, memang RS sudah diincar sejak lama, ia pelaku pelecehan seksual yang sangat susah ditangkap, ia selalu mengganti nama nya, dan selalu berpindah-pindah tempat agar tidak diketahui oleh polisi.

Keesokan hari nya, seperti biasa pergi sekolah dan waktu istirahat ia langsung pergi ke belakang sekolah. Disana sudah ada Sera yang menunggu.

“Sera!” teriak Amanda dari kejauhan.

“Amanda, hari ini kumohon kamu harus sangat berhati-hati dengan orang itu, ya! Maaf, kemarin aku langsung menghilang, kemarin aku pergi ke tempat tinggal orang itu, aku mendengar namamu disebut-sebut dan seperti nya ia sedang merencanakan sesuatu.”

“Sera, tenanglah. Aku sudah meminta bantuan seseorang,” Amanda mencoba menenangkan Sera.

“Syukurlah, tapi kamu ingat, jika bertemu dengannya harus berhati-hati,” pesan Sera lagi.

Bel berbunyi, tanda waktu istirahat telah usai, Amanda balik ke kelas. Saat sedang berjalan, ia berpapasan dengan RS, ia memberi seringai, seperti memberi tanda bahwa Amanda harus hati-hati.

Amanda mencoba bersikap biasa saja, seperti tak terjadi apa-apa, walau pun hati nya memberi kewaspadaan terhadapnya. Amanda cepat bergegas balik ke kelasnya, takut ia dihukum oleh guru.

Saat pulang, ia menyalakan GPS nya agar polisi dapat mengetahui keberadaan nya. Amanda seperti ada orang yang mengikuti nya, orang itu seperti mendekat ke arahnya. Amanda langsung berlari agar tidak ditangkap oleh orang yang ingin mencelakai nya. Amanda terus berlari sampai ia terpojok di sebuah gang sepi.

“Kau! Mau apa kau mengejarku? Kau kan yang membuat Sera meninggal? Kau kan yang melakukan nya, hah?!” teriak Amanda.

“Santailah, Amanda. Ya, memang kenapa kalau saya yang melakukannya? Apa urusanmu dengan Sera? Saya juga bisa melihat apa yang kalian perbincangkan, kenapa tuh hantu mengungkit-ungkit masalah yang memang sudah lama sekali terjadi, dasar hantu bodoh!” jawab RS.

“Aku teman nya, memang kenapa?” Amanda menyalakan loundspeaker HP nya agar polisi bisa mendengar perbincangan mereka. Di saat sedang berlari, Amanda menelpon polisi dan tak mematikannya agar polisi tahu titik dimana mereka berada.

“Seharusnya, kau dipenjara!” teriak Amanda.

Suara sirine mobil terdengar, Amanda hanya tersenyum dan memandang RS mengejek.

“Tamatlah riwayatmu Riko Setiabudi,” Amanda mengangkat HP nya, dan RS hanya memandang tak percaya.

“Kau?!” RS geram kepada Amanda

“Anda ditahan atas melecehkan gadis remaja dan kasus lainnya,” seorang polisi memborgol tangan RS.

 

Oleh: Lutfia Annisa (Kelas: X-Bahasa)

 

 

Share ya : )

Menurut kamu?

Email kamu tidak akan disebarkan. Tanda bintang wajib diisi *