Jurus Putuskan Sahabat Dengan Pacarnya

WOW…! Sadis amat ya judulnya, kata mereka yang masih berpacaran ria. Menikmati setiap detik dalam kemaksiatan. Berboncengan motor, berpegangan tangan, berpelukan (kayak teletubies aja) dan juga yang lebih parah menyerahkan kehormatan demi dia yang dikasihi. Astaghfirullah…!

 

Saya pernah mengeksekusi sahabat saya agar dia putus dengan pacarnya. Dan alhamdulillah berhasil sukses. Lancar, penuh dengan kedamaian, nggak kayak Pilpres yang penuh intrik dan protes berakhir di MK. Itu mah lain pembahasan yah, hehe…!

 

Nah gimana caranya?  Caranya, saya menjadi sahabat yang selalu ada untuknya, menjadi pendengar dan juga pemberi pemahaman serta solusi saat dia menghadapi masalah. Jadi ya Sob, menurut suatu penelitian, orang yang pacaran itu ialah bagian dari orang-orang yang kurang perhatian dan kasih sayang dari keluarganya dan sahabat sesama wanita.

Nah, karena kita punya naluri melangsungkan keturunan (gharizah na’u) bahasa kerennya, dengan wujud berkasih sayang, maka mereka salah menempatkan rasa kasih sayangnya itu. Bagi mereka yang belum siap untuk menikah, maka cara yang terbaik dan sesuai syariat-Nya ialah berpuasalah, sibukkan diri dengan yang bermanfaat untuk mengalihkan dirinya dari si doi serta berikan kasih sayang itu seutuhnya untuk kedua orang tua yang lebih pantas dan wajib malah. Atau kepada saudara kandung dan sahabat sesama wanita dengan batasan yang dibolehkan syariat-Nya.

 

Sedih gara- gara putus cinta, nggak lagi- lagi deh. Allah kan sudah mengingatkanmu. ” Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” Insya Allah jodoh kamu nggak akan tertukar kok. Itu juga yang saya sampaikan pada sahabat saya.

Kita nggak bakal mati gara- gara ditinggal pergi. Banyak teman kita di luar sana mempunyai cara ekstrim untuk  mengatasi rasa sakit hati sampai ada yang bunuh diri. Ihh, horor bin ngeri. Setelah ‪memutuskan dia, maka lebih baik mengkaji Islam mengakhiri dosa plus nambah pahala. Jempol nggak tuh?

 

Tidak hanya masalah cinta yang harus  kita pikirkan,  yang sudah lewat, ya sudahlah. Sekarang kita harus  memikirkan hal yang jauh lebih penting, memikirkan mengapa rakyat semakin menderita akibat ulah si kapitalis yang menjajah. Aduhai…indahnya hidup jika dalam naungan Islam! Bagaimana ya cara mengembalikan masa itu lagi?

Pacaran tetaplah dosa yang bakal menambah daftar hitam catatan amal kita entar, coba dipikirkan bagaimanamenghilangkannya. Ini bakal banyak menyita waktu dan pikiran kita, bukan malah nangis bombay mengharu biru. Sadarlah itu…

 

Nggak ada lagi yang rempong minta laporan melulu. Kita lagi di mana, sama siapa, pake baju apa dan mati di mana.  Kita bisa menikmati hidup bebas, bisa melakukan hal-hal yang positif, ubahlah mindset kamu. Allah terlalu penyayang buat nggak sayang orang se-unyu kamu. Nggak pake’ galau-galauan deh.

Putus cinta itu biasa, pacaran itu justru yang luar biasa, dosanya! Jadi, memang lebih baik bagi kita buat nge-cut, biar hidup tambah sehat, hati tambah kuat, jadi mukminat salehah, mujahidah plus pejuang Khilafah. Oke kan?

Saat kamu kehilangan siapa pun yang kamu sayangi, ingat saja Allah. Dia akan tetap bersama kamu dan menemani kamu. Jangan jadi pengangguran galau ya. Warnai dunia dengan seabreg prestasimu, dakwahmu, dan karyamu. (

(Rosmilawati, SMA Islam Kreatif Cianjur, dikutip dari fb Rindyantiseptiana)

Share ya : )

Menurut kamu?

Email kamu tidak akan disebarkan. Tanda bintang wajib diisi *