Mahalnya Biaya Pendidikan

“Pendidikan ialah faktor terpenting dalam mewujudkan generasi bangsa yang militan untuk memajukan suatu bangsa.

 

SAHABATKU, inilah realita banyak orang yang tidak bisa sekolah, di tengah-tengah kota apalagi di pelosok desa. Berjuta anak bangsa tak mampu meneruskan sekolah karena biayanya saja sudah semakin menggila. Itulah pendidikan zaman sekarang.

Katanya pendidikan adalah hak semua orang, dilindungi oleh Undang-Undang pasal 28 ayat 1 yang berbunyi: (1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.

Mana buktinya? Semua itu hanyalah sampah belaka. Ternyata sekolah hanyalah untuk orang-orang yang berduit, padahal sekolah bukan perusahaan yang orientasinya uang. Sekolah seakan hanya formalitas yang penuh dengan kekosongan. Setelah saya teliti, dalam kegiatan belajar mengajar dari tahun ke tahun dan dari zaman ke zaman banyak sekali perubahan. Perubahan itu semuanya  menunjukkan hal yang positif, namun setelah saya sadari bahwa pendidikan di sini tak pernah berubah, sama saja  seperti pada zaman penjajahan, rakyat jelata tak mampu untuk meneruskan sekolah dan yang bisa sekolah hanyalah kelompok yang berkuasa. Mending sekolah yang menerima dana BOS, siswa bisa bebas biaya pendidikan, tetapi yang tidak menerima BOS, biaya pendidikan sepenuhnya dibebankan kepada peserta didik/ orang tua.



Pada zaman ini, semua hal serba materi dan semua serba politik. Impian anak bangsa semua telah berakhir. Pendidikan telah membatasi antara si kaya dan si miskin. Kesenjangan semakin jauh. Kalau terus menerus seperti ini, ke manakah anak-anak bangsa yang putus sekolah harus mencari biaya pendidikan? Sementara, di luar sana sudah tidak ada pahlawan kebijaksanaan. Apakah mereka harus menggantungkan cita-citanya di jalanan?

Semua pendidikan di negeri ini memengaruhi pendapatan mereka akibat  biaya pendidikan yang sudah menggila, apalagi di perguruan tinggi swasta. Masyarakat yang tidak mampu membiayai sekolah/ kuliah, terpaksa menghentikan sekolah putra-putrinya dan banyak sekali anak kecil merintih dengan mewujudkan  segala cita-cita dan mimpinya di jalanan.

Jadi wajar saja jika di negeri kita banyak orang yang nganggur karena keinginan mereka terhambat  biaya pendidikan. Akibatnya, orang kaya semakin kaya karena mereka mendapatkan pendidikan yang layak, yang miskin semakin miskin karena mereka tidak mendapat pendidikan.

(Moch Deni Abdillah,MAN Cianjur)

Share ya : )

Menurut kamu?

Email kamu tidak akan disebarkan. Tanda bintang wajib diisi *