Mari Kita Duduk Manis Dan Menulis

HALLO kawan tercinta, salam semangat muda mumpung belum tua. Hehehe. Kawan semua pasti sering merasa jenuh dan bosan, kan? Kalau sudah kena virus ini kalian pasti bingung harus gimana, mau apa, bahkan tidak mau apa-apa hingga akhirnya kalian terjerumus pada dunia khayalan (mengkhayal).

Saat kalian merasa bingung ingin berbuat apa, itu adalah hal yang bagus, karena kalian sedang berusaha untuk mengusir kebosanan kalian dengan hal yang positif. Tetapi saat kalian sudah mulai terjerumus dalam dunia khayalan dan memilih untuk diam, kalian harus waspada, tahu ga kenapa? Karena saat kita terlalu enak berdiam diri di dunia khayalan secara tidak sadar kita telah membuang-buang waktu dan menyia-nyiakan potensi kita.

Kawan yang baik hati dan tidak sombong juga harus tahu bahwa mengkhayal mempunyai efek yang buruk selain membuang-buang waktu, juga bisa membuat orang lupa akhirat karena terlalu asyik dengan tipuan yang menggiurkan. Imajinasi yang tidak terbatas membuat orang akan semakin mengembangkan khayalannya hingga akhirnya lebih memilih mengkhayal daripada meningkatkan potensi dirinya.

Lalu bagaimana solusinya? Nah, kita tidak usah bingung untuk masalah ini, pertama kita hanya perlu mengubah kebiasaan kita dari mengkhayal kepada merenung. Terus memang apa bedanya antara mengkhayal dan merenung? Sederhananya, mengkhayal membuat kita terbuai dengan dunia palsu dan lupa diri sedangkan merenung membuat kita sadar diri. Dengan merenung kita akan mengingat kesalahan kita dan kita bisa menghasilkan ide-ide brilliant yang akan mengubah hidup kita.

Kedua, setelah kita sibuk dengan merenung, lanjutkan dengan aksi (bukan akting, ya!). Harus diingat bahwa diri kita ini mempunyai potensi. Salah satu potensi kita yaitu menulis, kenapa saya ambil contoh menulis? Karena hasil dari merenung kita bisa menuangkannya dengan tulisan. Menulis adalah hal yang menyenangkan dan tidak perlu melakukan kegiatan khusus.

Kita hanya perlu duduk manis dan menyediakan alat tulis lalu curahkan apa yang ada dalam pikiran kita. Tidak sedikit orang yang suka mengeluh dan beralasan bahwa mereka tidak bisa menulis, Menurut saya kalau anak TK yang beralasannya boleh saja. Tidak ada rumus khusus dalam menulis, kita hanya perlu menuangkan apa yang ada dalam pikiran, dibandingkan dengan mengkhayal yang akhirnya hanya angan-angan semu, lebih baik kita merenung dan buatlah karya indah dari tangan kita.

“Berbuatlah agar ditulis orang atau menulislah agar dibaca orang”.

So, mari kita duduk manis dan berkarya, langkah mudah untuk hasil yang memuaskan.

(Nur Yaqin Iman R, Mahasiswa FAI Unsur Cianjur)

Share ya : )

Menurut kamu?

Email kamu tidak akan disebarkan. Tanda bintang wajib diisi *