peran aktif guru penentu keberhasilan siswa

Peran Aktif Guru Penentu Keberhasilan Siswa

Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran yang berlangsung di suatu lembaga formal ataupun non formal dengan memberikan pembelajaran berupa kognitif, afektif, dan psikomotor kepada peserta didik sebagai upaya peningkatan kualitas diri menjadi pribadi yang berilmu dan terampil.

MEMASUKI dunia pendidikan, kita tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan berupa teori saja, tetapi juga praktik yang dapat diaplikasikan dalam dunia nyata. Keberhasilan pendidikan didukung oleh semua aspek yang berada di dalamnya.

Seorang guru profesional akan menguasai ilmu pengetahuan yang diampunya. Pembuatan  rencana pelaksanaan pembelajaran  bertujuan agar guru tidak keluar dari materi pelajaran yang akan disampaikan. Penggunaan buku-buku sumber relevan dari berbagai media dapat digunakan untuk membantu menambah materi yang dapat membantu guru dan siswa dalam menyerap suatu materi.

 

Pemberian materi akan dapat diterima oleh para siswa dengan baik apabila dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh dalam pembelajaran bahasa Indonesia, untuk memahami materi mengenai prosedural teks siswa dapat membuat secara langsung, misalnya  membuat nasi goreng melalui langkah-langkah yang dilakukan, sehingga siswa dapat menuliskan secara langsung urutan yang benar karena sudah melakukan kegiatan tersebut.

 

Sebagai guru professional, tidak hanya memberikan materi yang berhubungan dengan materi pelajaran saja, akan tetapi memberikan pendidikan mengenai akhlak dan etika dalam memberikan pelajaran di kelas yang dihubungkan dengan ayat Al-Quran.

Guru yang professional harus menguasai keempat kompetensi. Sesuai dengan Undang-undang RI No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Bab IV tentang Guru Pasal 8 yang berbunyi Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Kemudian pada pasal 10 ayat 1 yang berbunyi” Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasar 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.



 

Hal tersebut juga terdapat pada PP. RI nomor 19 Tahun 2005 berbunyi kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi:

  1. Kompetensi pedagogik;
  2. Kompetensi kepribadian;
  3. Kompetensi professional;dan
  4. Kompetensi sos

 

Suherdi, (2012: 28-30) mengemukakan bahwa kompetensi professional yaitu guru professional sebagai sosok yang menguasai bidang ilmu mereka secara mendalam, kemampuan pedagogik mencakup segala kemampuan untuk menyelenggarakan pembelajaran yang efektif dalam semua konteks yang menjadi tanggung jawabnya.

 

 

Seorang guru yang berkompetensi pedagogik akan mampu mengajar dengan sukses, baik pada kelas-kelas unggulan maupun pada kelas-kelas biasa.  Kompetensi kepribadian yakni penguasaan karakter-karakter unggul seperti teguh pendirian, adil, tanggung jawab, peduli, jujur, sabar, disiplin, dsb. Guru dengan pribadi unggul seperti ini jelas memiliki modal besar dalam mengantarkan para siswa mereka ke gerbang hidup yang berkualitas.

Kompetensi sosial yakni kemampan  memahami, mengapresiasi dan menjalin hubungan harmonis produktif dengan para siswa mereka. Dengan orang tua para siswa, dengan sejawat guru, dengan kepala sekolah dan dengan masyarakat di sekitar sekolah serta masyarakat secara umum. Guru dengan kompetensi sosial, memiliki kemampuan untuk tidak menyakiti orang lain, baik siswa mereka maupun orang-orang lain di sekitar mereka.

 

Share ya : )

Menurut kamu?

Email kamu tidak akan disebarkan. Tanda bintang wajib diisi *