Tips Mencari Teman

Mencari teman itu gampang-gampang susah. Kalo kamu salah memilih teman, bukan enggak mungkin kamu pun salah dalam melangkah dalam kehidupan karena teman itu adalah cermin diri kita.

KATA Rasulullah, bila kamu ingin tahu tentang seseorang, lihatlah siapa yang menjadi temannya. Berarti bagaimana orang lain menilai siapa kita sebenarnya, akan mudah dilihat siapa saja yang ada di sekeliling kita. Sabda Rasulullah saw: “Orang itu mengikuti agama teman dekatnya, karena itu perhatikanlah dengan siapa ia berteman dekat.” (HR. Tirmidzi)

Bila yang menjadi teman kita adalah tipe orang suka nyontek, suka enggak bayar di kantin sekolah waktu ibu kantin lengah, suka tawuran, suka mabuk-mabukan, malas salat, sulit menerima nasihat dan kebenaran Islam, maka nilai diri kita juga enggak jauh-jauh amat dari sikap-sikap tersebut. Apalagi kalo ditambah dengan sikap centil, suka runtang-runtung dengan cowok, bergenit-genit dengan mereka, dll. Waduh…… nilai diri kita bisa jadi tambah minus tuh!

Begitu juga sebaliknya, bila yang menjadi teman kita adalah mereka yang rajin belajar, jujur, aktivis rohis, hormat pada yang tua, mengayomi yang muda, patuh pada perintah Allah dan Rasul-Nya, maka nilai diri kita juga enggak jauh-jauh dari yang di atas itu, maka benarlah saudara saya yang remaja, paling malas berteman dengan tipe yang suka bolos, yang suka ngomong  jorok, kasar, dan enggak berguna, urakan, enggak patuh sama orang tua. Yups, dia selektif banget dalam memilih teman.



Karena memilih teman  ibarat deketan sama penjual minyak wangi atau ikan asin. Kalo kamu banyak berteman dengan penjual minyak wangi, kamu bakal kecipratan wanginya. Tapi kalo kamu lebih senang main dengan penjual ikan asin, secara otomatis bau kamu jadi amis bak ikan asin (ssttt… ati-ati, kamu nanti dikejar ibu-ibu untuk digoreng)

Kalo kata Aa Gym sih, ada tiga tips untuk mencari teman yang baik.

  • Pertama,  cari teman yang aman buat kita.  Ya iyalah, jangan sampe kamu punya teman tapi bawaannya was-was melulu. Jangan-jangan pas kamu lengah sedikit, barang-barangmu langsung raib alias diembat dia. Ih…. enggak asyik banget.
  • Kedua, menyenangkan buat kita. Maksudnya teman kita tuh bawaannya asyik aja buat temenan. Jangan malah sebaliknya. Kalo bertemu dia, kamu bawaannya bete mulu dan pengen bertengkar. Ini teman apa musuh, sih?
  • Ketiga, bermanfaat buat kita. Maksudnya, yang kita bisa buat diutangin, dicontekin, dipalakin gitu? Ya enggaklah. Bermanfaat maksudnya ada efeknya kita temenan sama dia. Kita yang semula malas belajar jadi terpacu untuk rajin belajar. Yang semula malas ke pengajian jadi saling berlomba dalam kebaikan. Pokoknya bermanfaat di dunia dan juga di akhirat, deh. Mau kan?

Seperti kata Rasulullah, kita nanti akan dibangkitkan dengan orang-orang yang kita cintai. Sabda beliau, “Seseorang akan dikumpulkan dengan orang yang dicintainya”. (HR. Bukhari dan Muslim dari Anas, Abu Musa, dan Ibnu Mas`ud)

Jadi, siapa yang menjadi teman kita di dunia, harapannya menjadi teman pula di akhirat kelak. Bukankah ketika kita berteman, berarti pada saat yang sama kita mencintainya pula karena Allah? So, karena cinta itulah kita pasti akan otomatis saling menasihati agar sama-sama bareng ketika dibangkitkan dan bareng pula  ketika masuk surga. Asyik banget, kan?

(Siti Nursadiah)

Share ya : )

Menurut kamu?

Email kamu tidak akan disebarkan. Tanda bintang wajib diisi *