Ustadz Oemar Mita | 3 Penyebab Lambat Hijrah

“Lambatnya orang ketika hijrah itu disebabkan karena 3 perkara:

 

  1. hubbud dunia yang pertama itu kan susah ninggalin uang.

 

Dia merasa kalau kamu udah nanti hijrah dia merasa nanti rezekinya sedikit, dia merasa kalau kemudian dia nanti melaksanakan perjalanan hijrah nanti kemudian uangnya ndak banyak.

“Kalau saya harus keluar dari kantor ini Ustad, memang saya tahu ini haram, tapi nanti kalau saya keluar bagaimana saya kemudian akan mendapatkan asupan makan untuk Saya dan istri saya?”

Akhirnya ketakutan dia kepada dunia ketika setan itu kemudian memberikan kepadanya tawaran untuk khawatir kemudian menjadi miskin, itu lah yang pertama yang menjadikan orang itu dia gagal untuk hijrah.

 

Antum tahu pada waktu turun ayat tentang masalah hijrah untuk kemudian ke Madinah apakah para sahabat semuanya hijrah ke Madinah? Ndak ada beberapa orang yang mereka tidak ikut nabi untuk hijrah ke Madinah, tetapi kemudian mereka bertahan, kemudian mereka itu bertahan di Kota Mekah.

Lalu kemudian mereka itu tidak melaksanakan hijrah, dia berada di Kota Mekah.

Allah sampaikan di dalam surat an-nisa 97.Ada orang-orang yang mereka itu ketika para sahabat Abu Bakar hijrah Umar hijrah Utsman hijrah, Rasulullah hijrah, maka kemudian ada tertinggal beberapa orang di Kota Mekah, maka dia tidak melaksanakan hijrah.

Maka dia bertahan di Kota Mekah dan kemudian tidak melaksanakan hijrah, ternyata alasannya disampaikan oleh Allah di dalam surat an-nisa 97.

Alasannya simpel karena mereka kuatir nanti di kota Madinah Saya akan makan apa? Pekerjaan saya apa? Nanti kalau saya di kota Madinah dan bagaimana saya nanti akan mendapatkan papan untuk saya tinggal ketika saya berada di kota itu.

Akhirnya mereka rela tinggal di Kota Mekah tidak mau hijrah dan akhirnya mereka pura-pura  menjadi musyrik walaupun hati mereka beriman.



Makanya ketika terjadi peperangan, mereka keluar di barisan orang musyrik, karena mereka dianggap musyrik, walaupun hati mereka beriman. Dan ketika terjadi peperangan akhirnya mereka meninggal dunia, gugur, mati.

Tapi bukan di barisan kaum muslimin dan para sahabat, tapi meninggalnya di barisan orang musyrikun.

Allah turunkan surat an-nisa 97 dan itulah yang menjadikan kita paham, orang itu biasanya hijrah susah itu ya karena uang.

 

 

 

Padahal kita paham yang menjamin dunia kita itu Allah. Allah menjamin dunia saya dan dunia Antum. Yang belum dijamin oleh Allah itu satu, akhirat kita.

Orang yang hijrah itu tidak sama sekali kemudian mengecilkan dan menutup pintu rezeki, selama dia yakin kepada Allah. Makanya kalau ada orang ketika kemudian dia hijrah, tapi kemudian dia masih kemudian menghawatirkan bagaimana kehidupan dunia nya, Masya Allah berarti dia belum kenal dan tidak paham tentang Allah.

Ketika Allah memberikan rezeki, ketika kemudian dia masih meragukan rezeki, ketika akan melaksanakan hijrah.

 

Antum hijrah atau ndak hijrah, kalau takaran rezeki Antum itu adalah 2 miliar, datang 2 miliar itu dan tidak akan mati Antum sampai 2 milyar itu Antum dapatkan.

 

Lihat bagaimana janin janin di dalam perutnya istri kita, ataupun perutnya ibu, maka janin itu nggak pernah ragu dan tidak pernah khawatir terhadap masalah rezeki. Itu Janin, belum pernah sekolah, tapi di dalam perut ibunya tenang dia.

Ada nggak janin ketika di USG sama dokter, kemudian dokternya berkata, “ininya cemas Bu hari ini makan rezeki apa?” Ndak pernah.

 

Antum sudah gede umur 21 tahun masih mikir gitu dunia, lho ndak malu sama dulu kita dulu ketika masih menjadi janin?

Antum dan saya ini kan hambanya Allah, lho kok nggak yakin sama Allah? Itu terus kita selama ini tuh ngapain hidup ketika kita mengatakan Allahu Akbar? waktu yang kita sebut siapa? Kok sampai kemudian kita ragu untuk meninggalkan riba? Kita ragu untuk meninggalkan yang haram? kita ragu untuk meninggalkan wanita yang belum halal? lho kan yang kemudian menjadi jaminan kita itu Allah.

 

Kalau masih pacaran itu tinggal, kalau memang jodohnya Antum, dateng-dateng Insya Allah. Kalau ndak ya digantikan yang lebih baik. Gak usah pacaran kemudian kemudian terselubung nanya-nanya, “besok jangan lupa ya puasa senin kamis” Halah, ibunya aja nggak pernah dikasih tahu, perempuan malah dikasih tahu.

Apalagi sampai kadang-kadang itu parah gitu, sampai kemudian inget-ingetan ibadah, “Kamu lagi apa?” “Saya lagi sujud” “Kamu lagi apa?” “Saya lagi ruku” Bentar lagi saya nyusul kamu ya…”

Share ya : )

Menurut kamu?

Email kamu tidak akan disebarkan. Tanda bintang wajib diisi *